untuk jiwa

berbuat baik dan membahagiakan org lain adalah proses menjaga jiwa untuk tetap hidup.

apa yg membuat tidur nyenyak

menurut pak roniyuzirman pada twiternya “Dlm bisnis, yg bikin kita bisa tidur nyenyak adl cash flow yg positif, bukan profit”.

nah kl menurut para akademisi yg bikin tidur nyenyak apa ya ?

 

 

Doa Hari Ini

Tuhan. Jauhkanlah aku dr segala penyakit yg mgkn membuatku lemah. Berilah aku semangat u/ hari ini. Amin

 

@NasihatSahabat

Secarik Kertas untuk Musuhmu

Ini adalah kisah saat upacara pemakaman. Di sebuah upacara pemakaman janda almarhum naik kepodium untukmemberikan pesan terakhir kepada almarhum. la mengambil secarik kertas, potongan kertas tua. la mengatakan bahwa suaminya telah menyimpan potongan kertas itu dan membawanya ke mana-mana sejak suaminya masih berada di bangku sekolah. Dan setiap kali suaminya itu merasa kesal atau marah, ia akan mengambil kertas ini, melihatnya, dan kertas ini membuat seluruh pemikiran negatifnya hilang. la berkata bahwa suaminya menceritakan kepadanya dari mana potongan kertas ini berasal.

la mengatakan, saat suaminya dahulu masuk di SMU, di kelas khusus putra, ada pertengkaran yang menjadi begitu buruknya hingga perkelahian bisa terjadi di dalam kelas. Guru kelas itu kemudian memerintahkan semua orang untuk duduk dan mengambil selembar kertas dari buku catatan mereka. Di bagian tengah kertas itu ditarikgaris vertikal ke bawah sehingga membagi kertas itu menjadi kolom kiri dan kanan. Di bagian paling atas kertas itu mereka harus menulis nama anak yang paling mereka benci di kelas itu, yang benar-benar mengesalkan. Taruh nama mereka di paling atas, lalu di koiom sebelah kiri tuliskan mengapa mereka itu demikian mengesalkan. Anak-anak itu jelas menulis dengan sangat lancar dan mudah. Nah, sampai di sebelah kanan, sekarang mereka harus menuliskan sesuatu yang mereka hargai dan kagumi mengenai orang itu!

“Tidak mungkin, Bu Guru!” protes mereka. Guru mereka menegaskan, “Tulis!” Dan butuh waktu yang lama bagi mereka untuk menuliskan sesuatu di kolom sebelah kanan kertas itu. Hal-hal yang mereka kagumi dalam diri orang yang membuat mereka marah, namun ketika mereka telah mengisi sisi sebelah kanan, guru itu menyuruh mereka melipat kertas itu di bagian tengah’ tepat di garis pemisah itu. Lalu robek dengan hati-hati sepanjang garis itu.

“Saya akan berkeliiing sambil membawa tempat sampah untuk mengumpulkan bagian sebelah kiri yang berisi semua hal yang kalian benci dari musuh kalian. Sedangkan bagian kanan, mengenai sifat yang kalian kagumi dari musuh kalian, berdiri dan serahkan kepada mereka.”

Lalu istri almarhum itu mengatakan, “Inilah potongan kertas yang diberikan musuh suami saya kepadanya. Kertas dengan namanya di atas dan semua hal yang dikagumi musuhnya dalam dirinya.” Dan ia berkata, “Wow! Jika musuhku saja bisa memikirkan hal-hal luar biasa ini pada diriku, mungkin aku bisa memikirkan hal baik mengenai orang-orang yang kubenci. Mungkin aku bisa melihat sisi lain dari garis vertikal itu dalam diri saya.”

Pada akhir pidatonya, tiga atau empat orang berdiri mereka adalah mantan teman sekelas almarhum dan mereka mengeluarkan potongan kertas yang sama. Mereka juga menyimpannya. Sungguh berarti, mengetahui bahwa musuh Anda bisa melihat Anda, dan melihat sesuatu yang indah di sana.

[ dari buku Ajahn Brahm ]

Harmanto H <topmdi@yahoo.com>

10 penyebab utama betah kerja di instansi

tulisan dibawah ini merupakan modifikasi dari artikel

1. Manajemen yang baik. Misalnya: staf disuruh melakukan sesuatu yang benar , perintah yang konsisten, atasan yang selalu memuji dan memberi semangat, bawahan yang hormat pada atasan.

2. Perlakuan selalu adil. Misalnya: gaji disesuaikan dengan beban kerja, ada sanksi bagi staf yang melanggar peraturan sesuai kesepakatan dan didahului dengan peringatan jika akan melanggar.

3. diberi kesempatan berkembang. ada kenaikan gaji berkala, promosi atau proyek penting.

4. staf dihargai.  mendapatkan reward atas kinerja yang baik.

5. beban kerja terukur tdk Overload. Pekerja dapat mengikuti target dari atasan, karena target yang telah disepakat dan indikator jelas.

6. Kebutuhan komputer sesuai dan koneksi internet yang  cepat.

7. Rekan kerja yang jujur

8. Anak buah yang cakap dan kreatif

9. Rekan kerja yang sopan dan saling support

10.Atasan yang tidak menyalahgunakan kekuasaan

 

kl ketemu perusahaan spt ini sebarkan ke yg lain.

menua dengan anggun & bijak

Aku memohon restu dari-Mu,agar aku dapat menua dengan anggun&bijak,tapi tetap muda&ceria dalam kesediaan hatiku utk mencintai. – Mario Teguh

bahagia nunggu KAYA ?

1.    Apakah setiap orang yang kaya #bahagia? Apakah setiap orang yang cerdas #bahagia?
2.    Apakah setiap orang yang tampan atau cantik #bahagia? Saya yakin Anda menjawab belum tentu.
3.    Menurut  Tal Ben-Shahar, (Universitas Harvard) memaparkan cukup detail 6 resep sederhana unt meraih #bahagia.
4.    Pertama, izinkanlah diri Anda untuk menjadi manusia bukan “malaikat” #bahagia
5.    Terimalah (dengan ikhlas dan kepasrahan) semua kondisi, baik positif maupun negatif yang ada pada diri Anda. #bahagia
6.    Menolak atau mengingkari kondisi emosi (baik positif ataupun negatif) akan berujung pada sikap frustasi. #bahagia
7.    Yakinlah Tuhan memberikan kepada kita emosi negatif  (marah, tersinggung dll) pasti ada maknanya. #bahagia
8.    Kedua, #bahagia terletak pada aktivitas-aktivitas yang menyenangkan sekaligus bermakna.
9.    Baik di tempat kerja, di rumah, kita mestinya mencari kegiatan yang baik  & menyenangkan untuk dijalani. #bahagia
10.    Menyenangkan namun tidak baik, biasanya berujung penyesalan dan penderitaan.#bahagia
11.    Baik tetapi tidak menyenangkan, akan bermuara pada kebosanan dan ketidakbahagiaan. #bahagia
12.    Ketiga, ingatlah selalu bahwa #bahagia bergantung pada kondisi pikiran, bukan status sosial atau keadaan keuangan.
13.    Keempat, sederhanakan hidup Anda. Jangan terbiasa memperumit sesuatu yang sederhana #bahagia
14.    Yang terlalu menyibukkan diri Anda untuk hal-hal yang tidak penting yang memperumit hidup Anda. #bahagia
15.    Kalau kita terlalu sibuk & mencoba untuk melakukan banyak hal dlm waktu singkat maka kebahagiaan kita terkorbankan. #bahagia
16.    Kelima, ingatlah hubungan tak terpisahkan antara pikiran dan tubuh. #bahagia
17.    Apa yang kita lakukan atau tidak kita lakukan secara fisik, akan memengaruhi kondisi emosi kita. #bahagia
18.    Olahraga yang teratur, istirahat yang cukup, dan makanan yang bergizi membantu hidup Anda lebih #bahagia
19.    Keenam, senantiasa bersyukur atas semua anugerah, karunia & kenikmatan hidup yg telah Anda terima selama ini. #bahagia
20.    Ketika Anda punya mobil syukurilah karena banyak orang sulit membeli sepeda motor #bahagia
21.    Ketika Anda punya sepeda motor syukurilah karena betapa banyak orang yang tak sanggup membeli #bahagia
22.    Ketika Anda tak punya mobil & motor syukurilah karena betapa banyak orang yg tidak punya kaki dst #bahagia
23.    Semoga Anda mampu melakukan ke enam hal tersebut di atas sehingga hidup Anda semakin #bahagia
24. Semoga bermanfaat dan memberi inspirasi Anda untuk bahagia, selamat beraktifitas, salam #suksesmulia

 

follow @jamilazzaini

benarkah

kutipan menarik dari tulisan anak muda

“orang yang berbicara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris (Multilingualist) cenderung lebih teratur dalam berbahasa daripada orang yang hanya berbicara satu bahasa saja.”

Belajarlah kepada siapapun

@jamilazzaini: bukan saatnya lagi kita sebagai orang dewasa hanya mengajari anak-anak dan membuat mereka belajar dari kita, tetapi kita-lah yang harus banyak belajar dari mereka. Belajarlah kepada siapapun, termasuk anak-anak

Seorang lelaki di kereta api

Diambil dari tulisan Alex Haley

Setiap kali aku, kakak, dan adik sedang bersama-sama, mau tak mau kami selalu berbicara tentang Ayah. Berkat Ayah-lah kami semua meraih sukses dalam hidup—dan berkat seorang lelaki misterius yang bertemu dengan Ayah pada suatu malam di kereta api.

Ayah kami, Simon Alexander Haley, lahir pada tahun 1892 dan di-besarkan di sebuah kota pertanian kecil di Savannah, Tennessee. Dia anak ke-8 dari Alex Haley—seorang mantan budak yang tangguh dan pantang menyerah yang juga seorang petani bagi hasil yang bekerja paruh-waktu—dan anak seorang wanita bernama Queen.

Walaupun sensitif dan emosional, nenekku juga dapat berkemauan keras, terutama jika sudah menyangkut anak-anaknya. Salah satu ambisinya adalah agar ayahku menjadi orang terpelajar.

Pada waktu itu, di Savannah, seorang anak lelaki dianggap “mubazir” jika dia tetap bersekolah padahal sudah cukup besar untuk bekerja di lahan pertanian. Jadi, ketika ayahku sudah duduk di kelas 6, Queen mulai merayu dan mengelus-elus ego Kakek.

“Karena kita memiliki delapan orang anak,” begitu Nenek beralasan, “bukankah akan sangat bergengsi kalau kita dengan sengaja melakukan hal yang mubazir pada salah seorang anak kita dan membiarkannya terus sekolah?” Setelah berkali-kali melakukan tarik-ulur, akhirnya Kakek mengizinkan Ayah menyelesaikan kelas 8. Tetapi, Ayah tetap harus bekerja di ladang setelah pulang sekolah.

Namun, Queen masih belum puas. Setelah kelas 8 selesai, dia mulai menanam benih, sambil berkata bahwa citra Kakek akan semakin hebat jika anak lelaki mereka meneruskan sekolah ke sekolah menengah.

Rayuan Nenek yang begitu gencar ternyata memhuahkan hasil. Alex Haley tua yang keras itu memberi Ayah 5 lembar uang 10 dolar hasil kerja kerasnya, dan berkata kepadanya untuk tidak minta uang lagi dan mengiri’nnVa untuk bersekolah ke sekolah menengah.

Dengan mula-mula naik kereta keledai, lalu kereta api—kereta api pertama yang pernah dilihatnya—Ayah akhirnya turun di Jackson, Tennessee. Di kota itu dia mendaftarkan diri ke bagian matrikulasi di Lane College. Sekolah Metodis bagi kaum berkulit hitam yang menawarkan kursus se-tingkat D2.

Uang 50 dolar yang dimiliki Ayah dengan segera habis, dan untuk melanjutkan sekolah, dia bekerja sebagai pelayan, tukang yang bekerja serabutan, dan asisten di sekolah untuk anak-anak bandel. Dan ketika musim dingin tiba, dia bangun jam 4 pagi, pergi ke rumah keluarga kulit putih yang kaya dan menyalakan perapian sehingga para penghuninya bisa bangun tidur dengan nyaman.

Simon yang miskin itu menjadi bahan ejekan di kampus karena ha-nya mempunyai sepasang celana dan sepatu, dan matanya selalu tampak kuyu. Sering kali dia ditemukan tertidur dengan sebuah buku ajar yang jatuh ke pangkuannya.

Perjuangan keras untuk mendapatkan uang ternyata berdampak bu-ruk. Nilai pelajaran Ayah mulai merosot. Tetapi, dia terus maju dan berhasil menyelesaikan sekolah menengah. Kemudian, dia mendaftar di A&T College di Greensboro, North Carolina, sekolah yang berdiri di atas tanah pinjaman pemerintah, dan dia bekerja keras sepanjang tahun di tingkat pertama dan kedua.

Pada suatu sore yang suram, menjelang berakhirnya tahun keduanya, Ayah dipanggil ke ruang dosen dan diberitahu bahwa dia tidak lulus dalam satu mata kuliah-kuliah yang membutuhkan buku ajar yang tak mampu dibelinya.       .

Perasaan kalah yang amat berat mengharu-biru perasaannya. Selama bertahun-tahun dia telah memberikan yang terbaik, dan sekarang dia merasa semuanya sia-sia. Mungkin dia harus kembali ke rumah, ke takdir aslinya sebagai petani bagi hasil.

Namun, beberapa hari kemudian, tiba sepucuk surat dan Pullman Company yang menyatakan bahwa dia adalah salah satu dari empat mahasiswa kulit hitam yang terpilih dari ratusan pelamar untuk bekerja di musim panas menjadi pelayan kereta api yang mempunyaj fasilitas tempat tidur. Ayah sangat gembira. Ini sebuah kesempatan! Dengan penuh semangat, dia melapor untuk mulai bertugas dan ditugasi di kereta api jurusan Buffalo-Pittsburgh.

Kereta api itu sedang dalam perjalanan di suatu pagi sekitar jam 2 subuh ketika lonceng berbunyi untuk memanggil pelayan. Ayah segera bangkit, mengenakan jaket putihnya, dan berjalan ke gerbong penumpang. Tampak seorang lelaki berpenampilan rapi berkata bahwa dia dan istrinya sulit tidur, dan mereka berdua minta dibawakan dua gelas susu hangat. Ayah membawakan susu dan serbet di atas nampan perak.

Lelaki itu menyodorkan segelas susu melalui tirai tempat tidur bawah kepada istrinya. Lalu sambil minum susu dari gelasnya sendiri, dia mulai mengobrol dengan Ayah.

Peraturan Pullman Company dengan tegas melarang percakapan apa pun selain “Ya, Pak” atau “Tidak, Bu,” tetapi penumpang ini terus saja mengajukan pertanyaan. Bahkan dia mengikuti Ayah ke dalam ruangan kecil yang diperuntukkan khusus bagi para pelayan.

“Dari mana asalmu?”

“Savannah, Tennessee, Pak.”

“Cara bicaramu cukup baik.”

“Terima kasih, Pak.”

“Apa pekerjaanmu sebelum bekerja di sini?”

“Mahasiswa di A&T College di Greensboro, Pak.” Ayah merasa tidak perlu menambahkan bahwa dia sedang mempertimbangkan untuk pulang ke rumah untuk bertani.

Lelaki itu memandang Ayah dengan tajam, akhirnya mengucapkan salam dan semoga dia baik-baik saja, lalu kembali ke gerbongnya.

Keesokan paginya, kereta tiba di Pittsburg. Pada masa ketika lima puluh sen adalah tip yang bagus, lelaki ini memberi uang lima dolar kepada Simon Haley, yang mengucapkan terima kasih dengan sangat gembira. Sepanjang musim panas itu, dia menyimpan setiap tip yang diterimanya, dan ketika pekerjaannya akhirnya selesai, dia berhasil mengumpulkan uang yang cukup untuk membeli keledai dan bajak sendiri. Namun dia sadar bahwa uang tabungannya juga cukup untuk membayar satu semester penuh di A&T tanpa harus bekerja serabutan

Ayah memutuskan dirinya berhak untuk setidaknya kuliah satu semester lag. tanpa harus bekerja sampingan. Hanya dengan cara itulah dia akan tahu nilai berapa yang sebenarnya bisa dicapainya

Dia kembali ke Greensboro. Tetapi, baru saja tiba di kampus, dia sudah dipanggil rektor. Ayah merasa sangat khawatir saat dia duduk di depan sosok terhormat itu.

“Aku mendapat surat, Simon,” kata sang rektor.

“Ya, Pak.”

“Kamu bekerja sebagai pelayan di Pullman Company musim panas ini?”

“Apakah kamu bertemu dengan seorang penumpang lelaki pada suatu malam dan membawakannya susu hangat?”

“Ya, Pak.”

“Nama lelaki itu R. S. M. Boyce, dan dia pensiunan pimpinan Curtis Publishing Company, yang menerbitkan koran The Saturday Evening Post. Dia menyumbangkan dana lima ratus dolar untuk biaya asrama, uang kuliah, dan buku untuk pendidikanmu sampai selesai.”

Ayah terperangah. Dana kejutan itu bukan saja membuatnya bisa menyelesaikan pendidikan di A&T, tetapi juga lulus.dengan peringkat pertama di angkatannya. Dan prestasi itu membuatnya berhak mendapatkan beasiswa penuh untuk menempuh pendidikan di Cornell University di Ithaca, New York.

Pada tahun 1920, Ayah yang waktu itu baru menikah, pindah ke Ithaca bersama pengantinnya, Bertha. Dia masuk ke Cornell untuk meraih gelar master, dan Ibu mendaftar di Ithaca Conservatory of Music untuk belajar piano. Aku lahir pada tahun berikutnya.

Pada suatu hari, beberapa puluh tahun kemudian, editor The Saturday Evening Post mengundangku ke kantor editorial mereka d. New York untuk membicarakan pemadatan buku pertamaku, The Autobiography of Molcom X. Aku begitu bangga, begitu bahagia, bisa duduk d, kantor Yang berdinding kayu di Lexington Avenue itu. Tiba-tiba aku teringat pada Tuan Boyce, dan bahwa semua ini adalah berkat kemurahan hati-nya, yang membuatku bisa berada di sini, di antara para editor itu, sebagai penulis. Kemudian, aku mulai meneteskan air mata. Aku tidak dapat menghentikannya.

Kami, anak-anak Simon Haley, sering mengenang Tuan Boyce dan dana yang diinvestasikannya pada orang-orang yang kurang beruntung. Sebagai reaksi beruntun dari kedermawanannya, kami juga ikut memetik keuntungan. Kami dibesarkan tidak di sebuah pertanian bagi hasil, tetapi di sebuah rumah dengan orangtua yang terpelajar, deretan rak yang penuh buku, dan dengan kebanggaan dalam diri kami. Kakakku George adalah pimpinan U.S. Postal Rate Commission, Julius seorang arsitek, Lois seorang guru musik, dan aku seorang penulis.

Tuan R.S.M. Boyce muncul ibarat sebuah karunia dalam hidup Ayah. Sesuatu, yang oleh sejumlah orang dipandang sebagai sebuah pertemuan yang sarat dengan peluang, di mataku adalah kiprah suatu kekuatan misterius yang menciptakan kebaikan.

Dan aku percaya bahwa  setiap orang yang dikaruniai kesuksesan memiliki kewajiban untuk mengembalikan sebagian dari karunia tersebut. Kita semua harus hidup dan bertindak seperti lelaki di kereta api itu.

Wass,

Harmanto

WordPress Themes